Pangeran Charles, adalah yang pertama dites dan positif mengidap corona virus, dalam garis takhta Inggris dan sekarang sedang beristirahat di Istana Balmoral. Pria berumur 71 tahun ini “telah menunjukkan gejala ringan tetapi tetap dalam kondisi sehat dan bekerja dari rumah.” Istrinya, Camilla, Dutchess of Cornwall, berada bersamanya. Ratu Elizabeth II, yang akan berumur 94 tahun bulan depan, juga dikabarkan dalam kondisi sehat. Istana Balmoral di Aberdeenshire, Skotlandia, adalah salah satu istana pribadi sang Ratu. Istana itu telah menjadi milik keluarga (kerajaan Inggris) sejak 1852, ketika bangunan itu dibeli oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria di era kejayaan Victoria, dan istana yang baru dibangun berdasarkan desainnya. Istana itu dibangun dari granit yang digali di atas bangunan itu. Bangunan itu memiliki 7 tingkat menara. Keluarga kerajaan Inggris, dengan 9 anak, menghabiskan waktu di sana, dan Victoria menghabiskan banyak waktu di Balmoral setelah kematian Albert. Bangunan itu memiliki luas 4047 m2 dan termasuk di dalamnya dataran, padang rumput, hutan (ada di dalamnya pinus Caledonian berumur 3000 tahun), gunung, lembah, danau, dan sungai. Lokasi itu juga adalah tempat bekerja dengan padang rumput tempat berburu, kehutanan (10.000 ton kayu dihasilkan tiap tahunnya), peternakan, pertanian, kuda-kuda poni, dan kawanan rusa. Lima puluh pekerja full-time dan 50-100 pekerja part-time memelihara komplek itu. Phillip menyukai Balmoral dan telah menambahkan bangunan-bangunan seperti taman air sejak tahun 1950-an, Phillip tinggal di Birkhall, sebuah rumah yang indah terletak di lembah dari komplek Balmoral, dekat sungai Muick.
Saya juga punya sebuah istana. Saya memang belum melihatnya, tetapi kota itu sedang dibangun. Sebagai ahli waris bersama Kristus, kelak saya akan menematinya. Kota itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan Balmoral dan Birkhall, 3 kelebihan itu di antaranya adalah kota itu didesain dan dibangun oleh Allah, kota itu kekal, dan kota itu adalah hadiah cuma-cuma dari kasih karunia Allah yang telah dibeli oleh Yesus Kristus. Oh, dan tidak ada pajak. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumahh Bapa-ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yoh 14:1-3)
Pencuri Barang Antik Takut Akhir Dunia Telah Di Ambang Pintu
Seorang Yahudi yang rohani yang telah mencuri sebuah artifak benda-benda antik di Israel 15 tahun lalu, baru-baru ini mengembalikan barang curian itu, karena takut akhir dunia sudah dekat. Dulu dia seorang remaja ketika dia mencuri sebuah batu balista Roma dari pemeran arkeologi. Batu itu berasal dari pengepungan Yerusalem pada tahun 70 AD. Sekarang pria itu telah menikah dan punya anak, ia berusaha agar hati nuraninya bersih ketika ia berdiri di hadapan Allah (” ‘It’s the End of the World,’ Says Repentant Israeli Antiquities Thief,” Israel Today, Mar. 18, 2020). Jika dia mau membawa Alkitabnya dengan mata terbuka, ia akan melihat bahwa ia akan memberi pertanggung-jawaban untuk setiap dosa melawan Allah dalam pikiran dan perbuatan dan oleh karen itu tidak ada kemungkinan dibenarkan oleh perbuatan seseorang; hanya melalu penebusan Mesias, orang berdosa dapat dibenarkan. “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:14). “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yes 53:5-6).

