Artikel berikut berasal dari CreationMoments.com, 08 November, 2024: “Eropa diperkenalkan pada duckbill platypus pada tahun 1798. Karena masih sulit bepergian pada zaman itu, para iluwan tidak mengirimkan platypus hidup dari Australia ke British Museum di London. Mereka hanya mengirimkan kulit seekor platypus. Para ilmuwan di London melihat pada paruhnya, ekor berang-berang dan kaki yang berselaput dari mamalia yang bertelur ini dan dengan segera mengumukan bahwa makhluk ini adalah sebuah hoax. Dua ratus tahun kemudian, duckbill platypus masih saja membuat para ilmuwan terheran-heran. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan kemampuan baru yang istimewa dari platypus untuk menemukan makanan. Tampaknya saraf dalam kulit platypus, yang meneruskan rangsangan sentuhan, juga mampu untuk merasakan listrik. Setiap kali kita atau makhluk hidup menggunkan sebuah otot, sebuah arus listrik kecil dihasilkan. Ketika udang, makanan platypus, menggerakkan ekor mereka, udang-udang itu menghasilkan kira-kira 0.0002 hingga 0.001 volt listrik. Arus yang kecil itu cukup bagi platypus untuk merasakan dan mencari tahu di mana letak makan siangnya. Penelitian biologi modern juga telah menunjukkan mistri lainnya tentang platypus. (setidaknya hal itu adalah misteri bagi para evolusionis). Meski platypus digolongkan sebagai seekor mamalia, namun binatang ini secara genetik beberda dari mamalia lain sebagaimana mamalia berbeda dari burung. Hal ini membuat binatang platypus tidak memiliki sejarah evolusi, hampir seperti binatang ini eksis begitu saja. Dan inilah yang Alkitab katakan ketika Allah menciptakan langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya pada waktu minggu penciptaan.
