Sumber: www.wayoflife.org
Diterjemahkan oleh: Gbl. Arifan T. Kusuma

“Kapan seekor ikan bukan lagi seekor ikan? Ketika ikan itu berjalan! Ikan yang berjalan adalah nama panggilan populer untuk axolotl. Axolotl mirip seperti seekor ikan dan memiliki insang luar seperti seekor ikan, tetapi binatang itu juga memiliki kaki. Faktanya, binatang itu bukanlah seekor ikan sama sekali. Tapi seekor amfibi yang biasanya hidup dalam air sepanjang hidupnya. Binatang ini digolongkan sebagai salah satu binatang yang paling tidak lazim di planet ini. Binatang ini sebenarnya adalah larva dari sejenis salamander. Namun, makhluk unik ini memiliki suatu kekhasan yang disebut neoteny, yang berarti bahwa makhluk ini mencapai bentuk binatang yang dewasa meskipun masih larva. Ada juga jenis salamander lainnya yang memiliki keunikan seperti neoteny. Namun di banyak kasus, ini hanyalah sebuah penyimpangan sementara atau yang dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada kasus axolotl, ini adalah hal yang sewajarnya.Axolotl liar hampir tidak pernah bermetamorfosis menjadi salamander dewasa. Sebaliknya, mereka mencapai kematangan seksual di tahap larva dan melahirkan keturunan yang berbentuk seperti kecebong. Tapi, axolotl yang telah ditangkap dapat diberikan suntikan iodine, dan tindakan ini memampukan mereka melalui tahapan metamorfosis sepenuhnya, berubah menjadi salamander dewasa. Perilaku yang aneh dan jarang ini sangat sulit untuk dijelaskan memakai istilah-istilah evolusi. Pernah para evolusionist mencari-cari teori yang tidak dapat dipertahankan, untuk menjelaskan mengapa amfibi-amfibi melalui proses metamorfosis, mereka juga harus merancang lebih banyak teori untuk menjelaskan mengapa amfibi-amfibi itu tidak melalui proses metamorfosis! Namun bagi orang Kristen, binatang itu didesain dengan sangat baik untuk habitatnya. Ref: Hennigan, T. (2013), ‘An Initial Estimate Toward Identifying and Numbering Amphibian Kinds within the Orders Caudata and Gymnophionam,’ Answers Research Journal 6 (2013): 17-34.”
