Pekerjaan arkeologi di bawah THE CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE di Yerusalem sejak 2022 telah mengidentifikasi sisa-sisa pohon zaitun dan tanaman anggur yang berasal dari zaman Kristus. Penggalian telah dilakukan oleh Universitas Sapienza Roma di bawah arahan Francesca Stasolla (“Menggemakan kisah Injil, jejak taman kuno ditemukan,” The Times of Israel, 22 Mar. 2025). Ini adalah konfirmasi lebih lanjut bahwa THE CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE dibangun di atas tempat penyaliban dan penguburan Kristus. Yohanes memberi tahu kita bahwa makam Kristus berada di dekat salib. “Dekat tempat di mana Ia disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang” (Yoh. 19:41). Garis waktu sejarah tidak menyisakan keraguan bahwa THE CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE dibangun di atas tempat itu. Sekitar tahun 132 M, Kaisar Romawi Hadrian membangun kuil dewi pagan di atas lokasi yang diketahui sebagai makam Kristus. Tidak ada keraguan bahwa lokasi yang tepat diketahui pada saat itu. Pada tahun 325 M, Kaisar Konstantinus merobohkan kuil Aphrodite dan membangun THE CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE di lokasi yang sama. Meskipun gereja tersebut dihancurkan oleh umat Islam pada tahun 1009, gereja tersebut kemudian dibangun kembali di lokasi yang sama. Pada tahun 2017, dua pengujian OSL (optically stimulated luminescence) yang independen menemukan bahwa mortar dan pelapis marmer makam tersebut berasal dari abad keempat Masehi, pada masa pemerintahan Konstantinus (“Age of Jesus Christ’s Purported Tomb Revealed,” National Geographic, 28 November 2017).
