Apa yang Terjadi Di Dunia Sekarang?

Sumber: www.wayoflife.org
Diterjemahkan oleh: Gbl. Arifan T. Kusuma

 

Kita bersyukur kepada Allah atas pewahyuan-Nya dalam Kitab Suci. Sungguh suatu kemurahan bagi orang berdosa, Ia memberikan kepada orang berdosa Firman-Nya! Sungguh suatu cahaya di dunia yang gelap. Tanpa Firman Allah, kita tidak tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Kita tidak dapat mengerti dengan benar bahkan hal-hal yang kita lihat dan dengar. Kita tidak punya kekuatan untuk melihat hal-hal yang rohani dan kekal. Hal-hal tersebut tersembunyi di balik tirai yang tidak dapat dikoyakkan melalui indera jasmani dan pemikiran alami kita. Mikroskop elektron para ilmuwan dan teleskop-teleskop luar angkasa tidak dapat mengoyakkan tirai itu.

Firman Allah memberitahu kita apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani di balik tirai, dan memberikan kita hikmat untuk mengerti apa yang manusia lakukan.

Iblis menggunakan krisis untuk mengerjakan misteri kedurhakaan, yakni rencana untuk menaruh orangnya di atas takhta dunia ini dan agar semua manusia menyembah dia melalui orang itu (2 Tes 2:1-12). Kita melihat rencana ini makin maju dengan meningkatnya kuasa pemerintah atas hidup manusia, dengan kemajuan pemerintahan global, dengan meruntuhkan keyakinan-keyakinan kuno, dan menyebarkan skeptiskisme religius, agnostikisme, dan atheisme, dengan perbankan global dan masyarakat tanpa uang tunai, dengan menciptakan keinginan akan seorang pemimpin yang hebat, dan banyak hal lainnya. Meskipun demikian, kita harus mengerti bahwa pekerjaan Iblis ada di dalam kendali tangan Alah dan hanya dapat maju jika Tuhan ijinkan. Allah memegang denyut nadi waktu, dan walaupun panggung disiapkan untuk orangnya Iblis, ia tidak dapat muncul hingga Yang Menahan itu diangkat. “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali” (2 Tes 2:7-8).

Allah memakai krisis untuk mengerjakan rencana kekalnya, yakni ‘ sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi’ (Efe 1:10). Setiap ‘waktu’ atau zaman dalam sejarah manusia adalah suatu waktu yang Allah jadikan dan yang mana di dalamnya Allah mengerjakan rencanaNya yang mulia. Di antara banyak hal yang tidak terhitung yang Allah kerjakan, Ia memakai krisis coronavirus untuk menghakimi manusia-manusia dalam dunia ini atas pemberontakan mereka yang keras kepala terhadap Pencipta mereka dan anggapan bahwa mereka dapat hidup tanpa Dia,yang mana ‘ di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada,’ Allah sedang memakai krisis sebagai suatu panggilan untuk membangunkan umat-Nya dan gereja-gereja-Nya, menghajar mereka karena keduniawian mereka, untuk menyapih mereka dari mempercayai hal-hal lain selain Allah, untuk memfokuskan perhatian mereka pada hal-hal yang kekal, daripada berpesta-pora dan berselfie-ria dan bersosial media-ria dan menghabiskan waktu-waktu yang berharga untuk kesia-siaan, ketimbang berserah dan taat dan menjaga kekudusan dan melakukan separasi. Allah sedang memakai krisis coronavirus untuk mengingatkan manusia akan kefanaan mereka dan untuk membawa orang berdosa pada pertobatan dan iman dalam Yesus Kristus. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet 3:9). Dalam gereja kami, kami melihat 10 jiwa datang kepada Kristus, sungguh-sungguh bertobat lahir baru selama masa lockdown. Allah sedang memakai krisis ini untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya di zaman ini, yakni untuk menyiapkan suatu umat bagi nama-Nya di antara bangsa-bangsa. Allah sedang mempersiapkan segala sesuatunya lebih dekat pada peristiwa besar berikutnya dalam program-Nya yang kekal, yakni pengangkatan orang-orang kudus di masa Gereja, diikuti dengan Hari Tuhan. Hanya Dia yang tahu kapan ini akan terjadi. Bagi umat Allah, waktu itu selalu ‘akan segera terjadi.’ Pandemi coronavirus dan respon global untuk shutdown adalah sebuah alarm dari Allah!

Kaum komunis memakai krisis untuk meningkatkan kuasa totalitarian, yang seolah-olah mau merebut kuasa Tuhan atas tubuh dan pikiran orang-orang.

Kaum sosialis memakai krisis untuk meningkatkan kuasa pemerintah dan kuasa mereka sendiri untuk membuat orang-orang lebih bergantung pada pemerintah.

Kaum anarkis memakai krisis untuk menyebabkan kekacauan dan kehancuran.

Para pemalas memakai krisis untuk mendapatkan lebih banyak bantuan cuma-cuma.

Para penjahat memakai krisis untuk meningkatkan kejahatan mereka.

Kaum yang menanti-nantikan kiamat memakai krisis untuk menguatkan gua-gua mereka dan menstock lebih banyak senjata dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi kekacauan yang lebih hebat yang menakutkan.

Kaum yang suka dengan konspirasi-konspirasi memakai krisis untuk membuktikan konspirasi-konspirasi buatan mereka dan menghabiskan waktu mereka dengan hal itu.

Orang-orang yang fanatik dengan pemanasan global memakai krisis untuk mendorong agenda mereka yang mengada-ada dan tidak jelas itu.

Orang-orang yang mudah dibohongi berpikir bahwa krisis ini hanyalah tentang para pemimpin yang peduli, tidak egois, yang menyelamatkan orang-orang dari coronavirus.

Orang-orang yang tidak punya pengharapan memakai krisis ini sebagai dalih untuk melakukan bunuh diri.

Orang-orang yang tamak memakai krisis untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan.

Orang-orang tebusan Tuhan memakai krisis ini untuk tetap fokus dalam kehendak Allah dan pekerjaan yang telah Ia berikan pada mereka, dan untuk mendengarkan lebih sigap akan ‘seruan kedatangan Tuhan’! Perintah suci dari Anak Allah yang kekal tetap berkuasa hingga “akhir zaman,” dan perintah itu, kawanku, belum selesai. “ Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:18-20).