Ketika Bahasa Ibrani Diajukan Sebagai Bahasa Amerika

Sumber: www.wayoflife.org
Diterjemahkan oleh: Gbl. Arifan T. Kusuma

 

Artikel berikut disadur dari “Bagaimana Bahasa Ibrani Hampir Menjadi Bahasa Amerika,” Israel Today, 5 Mei 2020: “William Gifford, seorang penyair dan penulis esai berkebangsaan Inggris, menerima sebuah laporan bahwa ‘di masa pemberontakan koloni-koloni, salah seorang anggota dari negara bagian itu dengan serius mengajukan kepada Kongres untuk menggantikan bahasa Inggris secara hukum, dan memerintahkan pengadopsian secara universal bahasa Ibrani sebagai gantinya.’ Beberapa percaya hal ini dimaksudkan sabagai sebuah ejekan untuk para koloni yang tengah memberontak, tetapi ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa ini adalah pertimbangan yang nyata dan serius. Kaum Puritan New England memiliki hubungan yang dalam dengan Israel, bahasa Ibrani dan bangsa Yahudi. Dalam keyakinan mereka bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tidak ada salah, mereka memegang bahasa asli Ibrani dengan penuh hormat dan sangat penting dalam menafsirkan dan mengerti Kitab Suci. …William Bradford (1590-1657) adalah seorang Puritan separatis yang berimigrasi ke Koloni Plymouth di Mayflower pada tahun 1620. Bradford, yang menadi gubernur di koloni baru itu selama 25 tahun, mempelajari bahasa Ibrani karena ia ingin bisa membaca Kitab Suci dalam bahasa aslinya. Di batu nisannya, ia menulis dalam bahasa Ibrani, ‘TUHAN adalah penolong hidupku’ … Kecintaan mereka akan bahasa Ibrani membuat para orang Kristen New England mula-mula ini membangun hubungan dengan para rabi Yahudi. Rev. Ezra Stiles, yang diusir oleh Inggris tahun 1776 dan berimigrasi ke New England, memulai hubungan dekat dengan Rabbi Haim Isaac Carigal. … Dengan pengetahuannya akan bahasa Ibrani, Stiles menerjemahkan sebagian besar bahasa Ibrani Perjanjian Lama ke dalam bahasa Inggris. Sebagaimana banyak para pelayan Kristen pada waktu itu, ia mengerti bahwa pengetahuan akan bahasa Ibrani asli sangat penting untuk penafsiran yang tepat akan Kitab Suci dan bahkan dasar agar seseorang dapat mengerti dengan benar Perjanjian Baru. Terkadang kredit diberikan kepada Stiles karena mengusulkan bahasa Ibrani menggantikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi dari negara Amerika Serikat yang baru terbentuk. Ketika Stiles terpilih menjadi presiden Yale University, ia memulai sebuah kursus dalam bahasa Ibrani sebagai persyaratan mahasiswa baru. Kata Ibrani Urim dan Tumim yang dikenakan di dada Imam Besar, yang sangat mungkin berarti ‘Cahaya dan Kesempurnaan,’ menjadi bagian meterai Universitas Yale bersamaan dengan bahasa Latin, Lux et Veritas (terang dan kebenaran).”