Mata Seekor Gurita

Sumber: www.wayoflife.org
Diterjemahkan oleh: Gbl. Arifan T. Kusuma

Cephalove: The Octopus Visual System

cephalove.blogspot.com

 

Artikel berikut dari creationmoments.com, 03 Februari 2020: “Mata adalah organ yang sangat kompleks. Mata vertebrata (bertulang-punggung), seperti yang dimiliki oleh manusia, terdiri dari sejumlah bagian-bagian terpisah, yang harus bekerja sama. Oleh karena itu, mudah sebenarnya menunjukkann bahwa sebuah mata tidak mungkin berevolusi. Mata kita terdiri dari sebuah lensa, yang transparan dan cembung, seperti lensa kamera. Tetapi tidak seperti kamera lensa, lensa mata bisa mengubah panjang fokusnya dengan memipihkan, atau membuatnya lebih gemuk, melalui otot-otot yang kecil. Jika lensa mata berevolusi tanpa otot, maka tidak ada gunanya. Lensa perlu memfokuskan cahaya ke retina, dimana reseptor cahaya berada. Retina tidak akan berguna jika berevolusi tanpa lensa mata, dan tidak ada keuntungan evolusionispada suatu organisme yang punya lensa, tapi tidak punya retina. Tidak ada satupun dari fitur ini berguna tanpa adanya syaraf yang membawa sinyal-sinyal gambar ini ke otak. Pukulan lebih lanjut yang mata berikan kepada evousi adalah ketika kita memerika mata cephalopoda, seperti gurita. Mata hari hewan moluska ini sama seperti mata vertebrata. Apakah kita di 

harapkan untuk percaya bahwa mereka berevolusi secara terpisah dari desain yang sama? Cephalopoda seharusnya berada dalam tingkatan evolusi yang lebih rendah daripada manusia. Namun mata-mata mereka (cephalopoda) tampak lebih canggih, karena mata-mata itu tidak memiliki ‘blind spot’ (titik buta) seperti mata vertebrata. Tidak ada satu pun dari isu ini sulit untuk dimengerti ketika kita menyadari bahwa fitur-fitur ini didesain oleh Allah, seperti yang Ia katakan. Ref: Encyclopeda Britannica, ‘Science: Photo Reception.’”