Sumber: www.wayoflife.org
Diterjemahkan oleh: Gbl. Arifan T. Kusuma
“Saya percaya hal itu adalah sebuah tanda, bahwa setiap orang percaya sejati seharusnya terus menerus hidup seolah-olah siap bertemu dengan Kristus. …Percuma memberitahu saya bahwa orang itu mungkin saja sangat baik namun tidak siap untuk kerajaan Kristus. Saya tidak mempercayainya. Saya percaya setiap orang yang telah bertobat dan dibenarkan itu siap, dan jika engkau tidak siap, engkau belumlah dibenarkan. Saya percaya, standar yang saya perhadapkan kepada anda itu tidaklah berbeda dari standar Perjanjian Baru dan para Rasul tentulah akan meragukan keyakinanmu, jika engkau tidak menantikan dan merindukan kedatangan Tuhan. …Sebentar lagi, khotbah terakhir akan diberitakan, –jemaat terakhir akan bubar. Namun sebentar lagi kecerobohan dan ketidakpercayaan akan berhenti dan berlalu. Orang-orang percaya di antara kita akan bertemu dengan Kristus, dan orang yang tidak percaya akan ada di neraka. Malam telah habis dan pagi segera datang” (J.C. Ryle, Coming Events and Present Duties, 1879). “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibr 9:28).
